Qilin Dan GentaKitab suci agama Khonghucu sampai pada bentuknya yang sekarang mengalami perkembangan yang sangat panjang. Kitab suci yang tertua berasal dari Yao (2357-2255 sM) atau bahkan bisa dikatakan sejak Fu Xi (30 abad sM). Yang termuda ditulis cicit murid Kongzi, Mengzi (wafat 289 sM), yang menjabarkan dan meluruskan ajaran Kongzi, yang waktu itu banyak diselewengkan.

Kitab suci yang berasal dari Nabi Purba sebelum Kongzi, ditambah Chunqiujing (Kitab atau Catatan Jaman Cun Ciu/ Musim Semi dan Musim Rontok) yang ditulis sendiri oleh Kongzi, sesuai dengan wahyu Tian, kemudian dihimpun Kongzi dalam sebuah Kitab yang disebut Wujing. Beberapa saat sebelum wafat, Nabi Kongzi mempersembahkan Wujing dalam persembahyangan kepada Tian.

Wujing (The five books of old testement) terdiri atas :

  1. Shijing (Kitab Sanjak), yang berisi nyanyian religi, puji-pujian akan keagungan Tian dan nyanyian untuk upacara di istana.Shi Jing
    • Terdiri dari 39.222 huruf.
    • Dirintis oleh Ki Tan atau Ciu Kong Tan.
    • Sajak sajaknya adalah: Hong ( Nyanyian Rakyat ), Hut ( Cerita ), Pi ( Perumpamaan ), Hien ( Sindiran / Sanjungan ), Nge ( Pujian ), Siong ( Pemujaan / Puja ).
    • Nabi Khongcu menghimpun 3000-an sajak, tetapi hanya 311 buah sajak saja yang diambil. Kini hanya tinggal 305 buah sajak, karena 6 buah sajak ( no. 171, 172, 173, 174, 206, 209 ) telah hilang.
    • Sajak yang tertua dari Dinasti Siang 1766-1122 SM, yang termuda dari jaman Raja Muda Ciu Ting Ong ( 605-586 SM).
    • Sie King dibagi menjadi 4 Bab, yakni :
      • Kok Hong / Guo Feng / Nyanyian Rakyat atau Adat Istiadat. 15 Buku 160 Sajak
      • Siu Nge / Xiau Ya / Pujian Kecil, pengiring upacara di istana. 8 Buku 80 Sajak
      • Tai Nge / Da Ya / Pujian Besar kepada Nabi Ki Chiang / Bun Ong 3 Buku 31 Sajak
      • Siong / Song untuk mengiringi upacara peribadahan. 3 Buku 40 Sajak
    • Setelah terjadi pembakaran Kitab-Kitab oleh Chien Sie Ong / Chin Shi Huang, para cedekia di Jaman Dinasti Han mengumpulkan sajak-sajak yang tercecer. Ada beberapa macam Kitab Sajak yang berhasil dihimpun oleh mereka. Yaitu:
    • Lo Sie / Lu Shi, Sie King dari Negeri Lo.
    • Susunan Sien Pwee atau Sien Kong / Shen Gong pada Jaman Han Bu Tee ( 140-87 SM ). Sien Pwee memperolehnya dari Hau Kiu Poo ( Negeri Cee ), guru Khong An Kok / Kong An Guo, keturunan Nabi Khongcu, tokoh aliran kuno.
    • Cee Sie / Qi Shi, Sie King dari Negeri Cee.
    • Susunan Wan Gong / Yan Gong, pada jaman Han King Tee ( 156-141 SM ), hidup sampai jaman Han Bu Tee dalam usia lebih dari 90 tahun. Murid terkenal Heho Sicong.
    • Han Sie / Han Shi, Sie King dari Negeri Han.
    • Disusun oleh Han Ing / Han Ying, orang Negeri Yan pada jaman Han Bu Tee ( 179-157 SM ).
    • Mo Sie / Mau Shi, Sie King orang Negeri Mo.
    • Disusun oleh Mo Hing / Mau Heng, orang negeri Lo.
    • Dilanjutkan oleh Mo Tiang / Mau Chang.
    • Inilah Sie King yang terkenal sampai sekarang. Disamping lestari, juga dipercaya keasliannya.
  2. Shujing (Kitab Dokumentasi Sejarah Suci), yang berisi sejarah suci Agama Khonghucu.Shu Jing
    • Merupakan kitab dokumentasi sejarah suci.
    • Disebut juga Sio Si / Shang Shu / Kitab Mulia dan Cai King / Zai Jing / Kitab Tarikh / Buku Jaman dan Piet King / Bi Jing / Kitab Tembok.
    • Disebut Kitab Tembok karena berhasil dilestarikan oleh karena adanya penemuan kitab ini di dalam dinding rumah keluarga Nabi Khongcu. Dan Khong An Kok adalah keturunan Nabi Khongcu yang pada waktu itu mendapat perintah dari Raja Han Bu Tee untuk mengkonsolidasikannya.
    • Kitab ini disusun oleh Nabi Khongcu dari Jaman Tong Giau (2357 – 2255 SM ) sampai Raja Muda Chien Bok Kong pada jaman Raja Ciu Siang Ong ( 651 – 618 SM ).Bagaimana Nabi Khongcu membukukannya, tersurat di dalam Tiong Yong XXVII dan Lun Gi II:9.
      Su King terdiri dari 25.700 huruf, tersisa 58 Bab.
      Terdiri dari 4 Buku 6 Jilid, yaitu :

      • Gi su, 5 Bab, Hikayat Tong Giau ( 2357 – 2255 SM ) & Gi Sun ( 2255 – 2205 SM ) Didalamnya terdapat Giau Tian ( perundangan Baginda Giau ) dan Sun Tian ( perundangan Baginda Sun ).
      • He Su, 4 Bab, Naskah-Naskah Dinasti He ( 2205 – 1766 SM ).
      • Siang Su, 17 Bab, Naskah-Naskah Dinasti Siang ( 1766 – 1122 SM ).
      • Ciu Su; A, B, C; 32 Bab, Naskah-Naskah Dinasti Ciu ( 1122-255 SM ).
  3. Yijing, berisi tentang penjadian alam semesta, sehingga mereka yang menghayati Kitab ini akan mampu menyibak takbir kuasa Tian dengan segala aspeknya.
    • Nama lainnya adalah Kitab Hie King / Yi Jing / Kitab Tanda-Tanda atau Simbol.
    • Terdiri dari 24.707 huruf.
    • Merupakan Kitab Super yang universal. Banyak hal tersembunyi dalam tanda-tanda dan simbolnya yang ajaib dan gaib.
    • Dalam sejarahnya, Kitab ini paling utuh, bahkan Chien Sie Ong pun tidak mengganggu.
    • Kitab ini tentang Tuhan, Bu Kik, Tay Kik, Im Yang, Pat Kwa yang dimulai dari Nabi Purba Hok Hie.
    • Dalam bentuk awal, ini sama dengan diagram Pat Kwa, yang terdiri dari trigram kombinasi — dan – – yang merupakan 8 trigam, dimana bila didrive menjadi 64 hexagram.
      Ini disempurnakan dengan memberi teks pada :

      • Tiap Kwa yang disebut : Thwan oleh Bun Ong.
      • Tiap Ngau yang disebut : Ciang oleh Ciu Kong.
    • Kitab Ya King ini digenapkan dalam tafsir pengertian / penjabaran dan penjelasan / uraian yang disebut : Sip Ik / Shi Yi oleh Nabi Khongcu.
  4. Lijing (Kitab Kesusilaan), yang berisi aturan dan pokok-pokok kesusilaan dan peribadahan.
    • Juga disebut dengan Tay King / Dai Jing / kumpulan orang Marga Tay.
    • Terdiri dari 99.020 huruf.Sebenarnya oleh Nabi Khongcu dipilih menjadi 3 bagian, yaitu :
      • CIU LEE / Zhou Li / Kitab Kesusilaan Dinasti Ciu.Li Jing
        • Merupakan susunan Nabi Ciu Kong Tan.
        • Di dalamnya terdapat uraian tentang Liok Kwan / Liu Guan / Enam Departemen, yang merupakan Aturan Tata Negara Dinasti Ciu.
        • Pada jaman Kerajaan Han, disebut juga sebagai Ciu Kwan / Zhou Guan yang sebelumnya dikenal sebagai Ciu Kwan Lee / Zhou Guan Lie.
      • GI LEE / Yi Li / Kitab Kesusilaan dan Peribadahan.
        • Merupakan Kitab Adat Istiadat, disusun oleh Ciu Kong Tan.
        • Berisi tata agama dan tata laksana peribadahan Dinasti Ciu.
        • Yaitu tentang pembaliqan, perkawinan, perkabungan & persembahan, upacara perjamuan, dan sebagainya.
        • Kitab ini dipakai oleh Nabi Khongcu sebagai referensi acuan dalam Kesusilaan.
        • Dinamai pula Lee Ko King / Li Gu Jing / Kitab Kesusilaan Kuno.
      • LEE KI / Li Ji / Catatan Kesusilaan.
        • Himpunan tulisan yang mengandung nilai moral dan agamis yang berdasarkan agama Ji. Sekaligus uraian dan tafsir atas 2 Kitab terdahulu.
        • Mula-mula merupakan sisa-sisa himpunan yang berasal dari Nabi Khongcu dan murid-murid langsung, yang oleh Hoo Cong ( Dinasti Han ) dikumpulkan menjadi 214 Bab / Tulisan / Buku. Lalu, atas pemeriksaan Murid Hoo Cong bernama Tay Tik / Dai De, disingkirkan yang diragukan, yang tidak / bukan berasal dari Ajaran Nabi Khongcu, sehingga tinggal 85 Bab. Disebut dengan Tay Tik Thie / Dai De Ti atau Tai Tay Lee / Da Dai Li.
        • Oleh keponakan Tay Tik-yakni: Tay Sing / Dai Sheng-diseleksi lebih lanjut, sehingga tinggal 46 Bab. Disebut dengan Sia Tay Lee / Xiao Dai Li.
        • Dan Tokoh-Tokoh Khonghucu Dinasti Han menambah 3 Bab, yaitu Bing Tong / Ruang Gemilang ( no.14 ), Gwat Ling / Pedoman yang menyangkut Almanak ( no.6 ) dan Gak Kie / Catatan Musik ( no.19 ), sehingga jumlahnya ini menjadi 49 Bab.
        • Kitab Thai Hak dan Tiong Yong, juga terdapat dalam Lee Ki Bab 42 dan 31.
  5. Chunqiujing, Pokok-pokok ajaran dan sabda-sabda Nabi Kongzi sendiri, kemudian dihimpun oleh murid-muridnya dalam sebuah Kitab Suci yang disebut Si Shu (Kitab Suci Yang Empat).
    • Disebut juga dengan nama LIEN KING / Lin Jing / Kitab Kilin, karena Nabi Khongcu mengakhiri tulisan dengan peristiwa terbunuhnya Sang Kilin.
    • Terdiri dari 18.000 huruf.
    • Ditulis murni dan langsung oleh Nabi Khongcu.
    • Merupakan risalah dan kronik, suatu pengadilan jaman.
    • Ini adalah thesis Nabi Khongcu ( Lihat : Bingcu III B:8, IVB:21, VIIB:2 ).

Si Shu (Kitab Suci Yang Empat) terdiri atas :

  1. Daxue (Ajaran Agung/Besar) yang berisi bimbingan dan ajaran pembinaan diri, keluarga, masyarakat, negara dan dunia. Daxue ditulis oleh Zengzi atau Zengshen, murid Kongzi dari angkatan muda.
    • Ditulis oleh Cing Cu / Zheng Zi atau Cham / Can alias Cu I / Zi Xing murid Nabi Khongcu yang mampu memahami asas Yi Yi Guan Zhi.
    • Merupakan Kitab Tuntunan Pembinaan Diri.
    • Terdapat Bab Utama dan 10 Bab uraian, 1.753 huruf + 134 huruf (dari Bab V substitusi Cu Hi / Zhu Xi).
    • Yang tersurat pada Bab Utama adalah ayat langsung dari Nabi Khongcu sendiri.
  2. Zhongyong ( Tengah Sempurna) yang berisi ajaran keimanan Agama Khonghucu. ZhoSi Shungyong ditulis oleh Zisi atau Kongji, cucu Kongzi.
    • Ditulis oleh Cu Su / Zi Si alias Khong Khiep / Kong Ji cucu Nabi Khongcu.
    • Terdapat Bab Utama dengan 32 bab uraian, 3.568 huruf.
    • Merupakan Kitab Keimanan.
  3. Lunyu (Sabda Suci) yang berisi percakapan Kongzi dengan murid-muridnya. Kitab ini dibukukan oleh beberapa murid utama Kongzi, yang waktu itu berjumlah 3.000 murid, dimana 72 orang diantaranya tergolong murid utama.
    • Terdapat 2 jilid, masing-masing 10 Bab, 15.917 huruf.
    • Merupakan kumpulan tulisan percakapan & diskusi, terutama antara Cingcu dan Yucu.
    • Cakupan aspek ajaran Nabi Khongcu dan ajarannya, selaku Bok Tok terdapat dalam Kitab ini.
  4. Kitab Mengzi yang ditulis Mengzi.
    • Karya Bing Cu / Meng Zi dan para muridnya Ban Ciang / Wan Zhang dan Khong Sun Thio / Gong Sun Chou.
    • Terdapat 7 bab masing-masing 2 bagian, 35.377 huruf.
    • Merupakan penegasan Bing Cu dalam menegakkan Kemurnian Ajaran Nabi Khongcu.

Xiao Jing / Hauw King /Kitab Bakti.Xiao Jing

  • Ditulis oleh Cingcu, murid Nabi Khongcu.
  • Terdiri dari 18 Bab.
  • Berisi percakapan Nabi Khongcu dengan Cingcu.
  • Merupakan Ajaran tentang Berbakti dan Memuliakan Hubungan.
  • Jaman dahulu, seorang murid wajib memulai pendidikan dengan belajar Hauw King, baru kemudian belajar Su Si dan terakhir Liok King / Liu Jing / Enam Untaian / Himpunan Kitab ( atau yang dikenal sebagai Ngo King, karena Kitab Musik / Gak King telah hilang ).

Referensi :

Di lihat tiada nampak, di dengar tiada terdengar. Namun tiap wujud tiada yang tanpa Dia.