Qilin Dan GentaKeimanan di dalam agama Khonghucu kerap kaitanya dengan 8 Kebajikan yang utama. Dikutip dari Kitab Si Shu ( Tengah Sempurna BAB XIX: 18 ) :

Iman, itulah Jalan Suci Tuhan Yang Maha Esa, berusaha beroleh Iman, itulah Jalan Suci manusia. Yang sudah di dalam Iman itu, dengan tanpa memaksakan diri, telah dapat berlaku Tengah, dengan tanpa berpikir – pikir, telah berhasil dan dengan wajar selaras dengan Jalan Suci, Dialah seorang Nabi. Yang beroleh Iman itu ialah orang yang setelah memilih kepada yang baik, lalu didekap sekokoh – kokohnya.

八   誠   箴   規
BA CHENG ZHEN GUI

DELAPAN PENGAKUAN IMAN

 

  1. IMAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA

        

Cheng Xin Huang Tian

Sepenuh Iman Percaya Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Jangan mendua hati, jangan bimbang. Tuhan Yang Maha Yinggi besertamu.

Maha Besar Tuhan Khalik Semesta Alam. Berlaksa benda dari pada Nya bermula, semuanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Awan berlalu, hujan diturunkan, mahluk dan benda mengalir berubah bentuk. Jalan Suci Tuhan mengubah dan melebur. Masing – masing lurus menepati Watak Sejati dan Firman. Dipelihara berpadu keharmonisan besar, diturunkan berkah dan keabadian.

Seorang Kuncu memuliakan Firman Tuhan, memuliakan orang – orang besar dan memuliakan sabda para Nabi.

( Sabda Suci, XVI:7 )

Yang gembira di dalam Tuhan dapat melindungi dunia, dan yang takut akan Tuhan dapat melindungi negerinya. Takut atau hormat akan kemuliaan Tuhan memberi perlindungan sepanjang masa.

( Bingcu, I B:2 )

  1. IMAN TERHADAP KEBAJIKAN

         

Cheng Zun Jue De

Sepenuh Iman Menjunjung Kebajikan

Tiada jarak jauh, tidak terjangkau. Sungguh kepadanya hati Tuhan berkenan.

Hanya Kebajikan berkenan kepada Tuhan, tiada jarak jauh yang tidak terjangkau. Kesombongan mengundang rugi, kerendahan hati menerima berkah, demikianlah senantiasa Jalan Suci Tuhan.

Senantiasa baharukan Kebajikan itu, dari awal hingga akhir tetap satu, senantiasa dari hari kehari baharu.

( Shu Jing, III:8 )

Tuhan melihat kebajikanmu, junjung permuliakan Jalan Suci Tuhan sehingga senantiasa menjaga Firman Tuhan. Jalan Suci Tuhan memberi bahagia kepada perbuatan baik dan memberi bencana kepada perbuatan sesat.

  1. IMAN TERHADAP WATAK SEJATI

        

Cheng Li Ming Ming

Sepenuh Iman Menegakkan Firman Gemilang

Jagalah hati, rawatlah watak sejati. Demikian mengenal, mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Firman Tuhan itulah dinamai Watak Sejati. Berbuat mengikuti Watak Sejati itulah dinamai menempuh Jalan Suci. Bimbingan untuk menempuh Jalan Suci itulah dinamai Agama.

( Tengah Sempurna, Bab Utama:1 )

Yang benar – benar dapat menyelami hati, akan mengenal Watak Sejatinya, yang mengenal Watak Sejatinya akan mengenal Tuhan. Jagalah hati, peliharakan Watak Sejati, demikian mengabdi kepada Tuhan. Usia pendek atau panjang, jangan bimbangkan. Siaplah dengan membina diri. Demikian menegakkan Firman.

( Bingcu, VII A:1 )

Tiada sesuatu yang bukan karena Firman, maka terimalah itu di dalam kelurusan. Orang yang mengenal Firman, tidak berdiri di bawah tembok yang sudah miring. Orang yang sungguh – sungguh mengusahakan diri di dalam Jalan Suci lalu mati, ia lurus di dalam Firman.

  1. IMAN TENTANG NYAWA DAN ROH

      

Cheng Zhi Gui Shen

Sepenuh Iman Menyadari Adanya Nyawa Dan Roh

Tekun membina diri, kurangi keinginan. Bila nafsu timbul, kendalikan tetap di batas tengah.

Semangat, itulah berkembang suburnya kekuatan Roh dan kehidupan jasad itulah berkembang suburnya kekuatan Nyawa. Berpadunya Nyawa dan Roh itulah yang dicapai di dalam bimbingan Agama. Semua yang dilahirkan akan mengalami kematian, yang mati itu akan pulang kepada tanah. Inilah yang dimaksud berhubungan dengan Nyawa. Tulang daging, semua jasad yang mati itu termasuk yang di bawah, yang bersifat Im ( negatif ) itu dipulangkan kepada tanah, Semangat itu berkembang meninggi memancarkan cahaya terang, sebagai harum dupa yang menimbulkan keharuan. Itulah yang menjadi sari dari beratus mahluk, itulah pernyataan daripada Roh.

( Li Jing, XXIV:13 )

Semangat itu sangat besar dan kuat. Bila dipelihara benar – benar sehingga tidak terusakkan, ia dapat memenuhi ruang antara langit dan bumi ini.

Semangat ini adalah jodoh dan pembantu Kebenaran dan Jalan Suci, tanpa itu orang akan kelaparan hidup rohaninya. Dia tumbuh hidup karena berkumpul dengan Kebenaran yang terus menerus bukan karena satu dua kali berbuat benar. Bila perbuatan tidak benar – benar sesuai dengan hati orang akan kelaparan juga. Usahakanlah hal itu terus menerus tanpa lebih dahulu mengharapkan hasilnya. Hati jangan lengah, jangan pula membantu tumbuh.

( Bingcu, II A:2 )

  1. IMAN TENTANG PERWALIAN ORANG TUA ATAS ANAK – ANAKNYA

        

Cheng Yang Xiao Si

Sepenuh Iman Memupuk Cita Berbakti

Tegakkan diri menempuh Jalan Suci. Demi memuliakan ayah – bunda.

Seorang Kuncu mengutamakan pokok, sebab setelah pokok itu tegak, niscaya Jalan Suci itu akan tumbuh. Laku bakti dan Rendah hati itulah pokok Peri Cinta Kasih / Kebajikan.

( Sabda Suci, I:2 )

Adapun yang dinamai berbakti itu ialah dapat menjalankan cita – cita mulia dan dapat mengikuti usaha mulia dari leluhurnya.

( Tengah Sempurna, XVII:2 )

Laku Bakti itulah akar dari segenap perilaku Kebajikan dan daripadanya kesadaran kehidupan beragama berkembang.

( Xiao Jing I )

Bila tiap – tiap orang dapat mencintai orang tuanya, menghormati yang lebih tua, niscaya dunia akan damai.

( Bingcu, IV A:11 )

  1. IMAN KEPADA NABI KHONGCU SEBAGAI BOKTOK GENTA ROHANI TUHAN YANG MAHA ESA

        

Cheng Shun Mu Duo

Sepenuh Iman Mengikuti Genta Rohani Nabi Kongzi

Yang terjunjung Nabi Agung. Yang terjaga Firman Tuhan Yang Maha Esa.

Saudara – saudaraku mengapa kalian nampak bermuram durja? Sudah lama dunia ingkar dari Jalan Suci, kini Tuhan menjadikan Guru ( Nabi Khongcu ) selaku Bok Tok ( Genta Rohani ) Nya.

( Sabda Suci, III:24 )

Memang Tuhan telah mengutus Nya sebagai Nabi.

( Sabda Suci, IX:6 )

Sepeninggalan Raja Bun bukankah Kitab – Kitab itu Aku yang mewarisi? Bila Tuhan hendak memusnahkan Kitab – Kitab itu, Aku sebagai orang yang lebih kemudian tidak akan memperolehnya. Bila Tuhan hendak memusnahkan Kitab – Kitab itu, apa yang dapat dilakukan orang – orang negeri Khong atas diriku?

( Sabda Suci, IX: 4 )

  1. IMAN KEPADA KITAB SUCI SI SHU DAN WU JING

        

Cheng Qin Jing Shu

Sepenuh Iman Memuliakan Kitab Sishu Dan Wujing

Kitab suci besar bagi dunia. Pokok besar tegakkan dunia.

Hanya seorang yang telah mencapai puncak Iman di dunia ini dapat membukukan dan menghimpun Kitab – Kitab Besar dunia, menegakkan pokok – pokok besar dunia, mengetahui peleburan dan pemeliharaan di antara langit dan bumi. Maka adakah tempat lain yang lebih teguh sebagai tempat bersandar? Sangat tulus dan sungguh – sungguhlah Cinta Kasih Nya, sangat dalam dan tenang, sangat luas dan besar memenuhi langit. Maka kalau bukan seorang yang benar – benar jelas pendengaranya, terang penglihatanya, suci dan bijaksana sehingga sampai di dalam Kebajikan Tuhan, siapakah yang mengerti sebab – sebabnya sehingga dapat demikian?

( Tengah Sempurna, XXXI:1 )

Si Shu atau Kitab Yang Empat ialah Kitab Suci yang pokok dalam Agama Khonghucu karena isinya bersumber langsung dari Firman Tuhan yang diajarkan dalam sabda – sabda Nabi Khongcu dan Wahyu yang diterima Nya.

Hanya seorang Nabi yang sempurna di dunia ini dapat jelas pendengaranya, terang penglihatanya, cerdas pikiranya dan bijaksana, maka cukuplah menjadi pemimpin bagi umat Nya, Kebajikan Nya tersebar luas, dalam terang dan mengalir tiada henti – hentinya ibarat air keluar dari sumbernya.

( Tengah Sempurna, XXX:4 )

  1. IMAN MENEMPUH JALAN SUCI

        

Cheng Xing Da Dao

Sepenuh Iman Menumpuh Jalan Suci

Sekejap pun tidak berpisah, tempat sentosa tanpa batas.

Jalan Suci itu tidak boleh terpisah biar sekejap pun. Yang boleh terpisah itu bukan Jalan Suci. Maka seorang Kuncu hati – hati, teliti kepada Dia yang tidak kelihatan, khawatir, takut kepada Dia yang tidak terdengar itu.

( Tengah Sempurna, Bab Utama:2 )

Jalan Suci Ku itu Satu tetapi menembusi semuanya. Jalan Suci Nabi itu ialah Satya dan Tepasarira.

( Sabda Suci, IV:15 )

Adapun sebabnya Jalan Suci itu tidak terlaksana Aku sudah mengetahuinya, yang pandai melampaui sedang yang bodoh tidak dapat mencapai.

( Tengah Sempurna, III:1 )

 Referensi :

  • Kitab Si Shu
  • Buku Tata Ibadah & Dasar Agama Khonghucu
  • Buku Selayang Pandang Sejarah Suci Agama Khonghucu

Berlaksa benda tersedia lengkap di dalam diri.
Kalau memeriksa diri ternyata penuh Iman, sesungguhnya tiada kebahagiaan yang lebih besar dari ini.